Saat  ini kejahatan Internet sedang meningkat, ada kebutuhan untuk meningkatkan pengamanan pada jaringan kabel atau nirkabel. Dan cara terbaik untuk membuat jaringan internet aman adalah menciptakan dan menggunakan password keamanan. Sebuah WEP Key juga merupakan salah satu password yang sepenuhnya bertanggung jawab untuk melindungi jaringan wireless dari akses yang tidak sah
dari pengguna Internet lainnya. Marilah kita tahu apa yang WEP Key secara  rinci.
WEP adalah kependekan dari  Wired Equivalent Privacy, yang dimaksudkan untuk mencegah akses tanpa izin ke jaringan nirkabel tertentu. Kita dapat mengatakan bahwa itu adalah semacam password yang diperlukan untuk menggunakan surfing internet nirkabel.Umumnya, sandi adalah campuran angka maupun abjad.
Password WEP digunakan khusus untuk jaringan nirkabel dan bukan untuk sambungan  Internet LAN. Ada banyak teknik enkripsi yang lebih aman dan efektif daripada
WEP, seperti WiFi Protected Access (WPA) dan versi update. Namun, WEP masih banyak digunakan oleh mayoritas pengguna Internet nirkabel. Kelemahan utama dari
WEP adalah bahwa hal itu dapat meng-hack oleh siapa saja mahir dalam komputer yang tidak mempunyai perlindungan terhadap serangan  hacker.

Panjang karakter pada WEP Key tergantung pada tingkat keamanan yang di inginkan . Jika enkripsi adalah 40 atau 64 bit, WEP akan password dari 10  karakter. Jika enkripsi adalah 104 atau 128 bit, sandi akan memperpanjang hingga
26 karakter. Tetapi jika tingkat enkripsi 256 bit, WEP Key akan berisi 58  karakter.
Setiap individu Jaringan nirkabel mungkin memiliki WEP Key yang diciptakan oleh administrator jaringan atau orang yang ingin membuat jaringan nirkabel tersedia untuk perangkat lain atau pengguna. Jika seorang pengguna  ingin mengakses jaringan nirkabel pada perangkat seperti PS3 atau komputer
laptop, ia akan membutuhkan WEP Key  jaringan dia ingin mendapatkan akses ke. Pengguna tanpa WEP Key jaringan akan sama sekali tidak bisa memperoleh akses ke sana. Ini adalah bagaimana membuat WEP Key jaringan nirkabel aman. Sebuah WEP Key sangat membantu saat menggunakan jaringan nirkabel untuk menelusuri  situs Web yang membutuhkan data rahasia yang akan dimasukkan untuk
diproses.
Bila ada saat-saat ketika router akan me-reset atau Anda terputus dari akses Internet nirkabel. Dalam situasi demikian, Anda harus memasukkan kunci WEP lagi untuk menggabungkan keamanan jaringan nirkabel Anda. Anda dapat menemukan kunci WEP dengan melihat pada atau di dasar router. Anda bahkan dapat mencoba menemukan kunci WEP pada kemasannya yang datang ketika Anda membeli wireless router.

Jika  ada saat-saat ketika router akan me-reset atau Anda akses Internet nirkabel terputus .Dalam situasi demikian, Anda harus memasukkan WEP  Key lagi untuk menggabungkan keamanan jaringan nirkabel Anda. Anda dapat menemukan WEP Key dengan melihat pada atau di dasar router. Anda bahkan dapat mencoba  menemukan WEP Key pada kemasannya ketika Anda membeli wireless router.

Jika anda tidak dapat menemukan WEP Key pada router atau kemasan, Anda  harus menggunakan akses internet untuk mendapatkan password. Buka browser web  mana pun, dan di address bar, ketik di alamat IP router yang mungkin berbeda  dari setiap maker, alamat IP untuk sebagian besar dari router  adalah ’192 .168.1.1 ‘. Anda juga dapat menggunakan perintah panduan router   untuk mendapatkan alamat IP. Jika Anda masih tidak mendapatkan alamat, maka
Anda perlu mencari di web untuk menemukan satu yang tepat bagi  Anda nomor model router.

Sekarang Anda akan dihadapkan  dengan layar di mana Anda akan diminta untuk memasukkan ID pengguna dan sandi. Anda dapat mencoba default ID pengguna sebagai ‘admin’ dan password ‘admin’ atau ‘password’. Dalam kasus beberapa   router, Anda mungkin perlu untuk meninggalkan ID pengguna  kosong dengan hanya mengetik ‘admin’ sebagai password. Untuk mengubah pengaturan router, anda perlu memilih ‘nirkabel’ dan kemudian ‘keamanan nirkabel’. Melakukan hal tersebut pada akhirnya akan menampilkan kunci WEP.

tulisan Ini adalah hanya  informasi umum tentang apa yang dimaksud  WEP key  dan bagaimana menemukannya.

Tapi ada beberapa type dipasaran, dengan software bawaanya yang sudah terprogram untuk mengenali semua perangkat yang telah terdaftar dalam databasenya, sehingga secara auto WEP key ini tidak perlu di jalankan lagi.

Keamanan Wireless dengan metode Wired Equivalent Privacy (WEP)

WEP merupakan standart keamanan & enkripsi pertama yang digunakan pada wireless, WEP (Wired Equivalent Privacy) adalah suatu metoda pengamanan jaringan nirkabel, disebut juga dengan Shared Key Authentication. Shared Key Authentication adalah metoda otentikasi yang membutuhkan penggunaan WEP. Enkripsi WEP menggunakan kunci yang dimasukkan (oleh administrator) ke client maupun access point. Kunci ini harus cocok dari yang diberikan akses point ke client, dengan yang dimasukkan client untuk authentikasi menuju access point, dan WEP mempunyai standar 802.11b.

Proses Shared Key Authentication:

  1. Client meminta asosiasi ke access point, langkah ini sama seperti Open System Authentication.
  2. Access point mengirimkan text challenge ke client secara transparan.
  3. Client akan memberikan respon dengan mengenkripsi text challenge dengan menggunakan kunci WEP dan mengirimkan kembali ke access point.
  4. Access point memberi respon atas tanggapan client, akses point akan melakukan decrypt terhadap respon enkripsi dari client untuk melakukan verifikasi bahwa text challenge dienkripsi dengan menggunakan WEP key yang sesuai. Pada proses ini, access point akan menentukan apakah client sudah memberikan kunci WEP yang sesuai. Apabila kunci WEP yang diberikan oleh client sudah benar, maka access point akan merespon positif dan langsung meng-authentikasi client. Namun bila kunci WEP yang dimasukkan client adalah salah, maka access point akan merespon negatif dan client tidak akan diberi authentikasi. Dengan demikian, client tidak akan terauthentikasi dan tidak terasosiasi.

WEP memiliki berbagai kelemahan antara lain :

  1. Masalah kunci yang lemah, algoritma RC4 yang digunakan dapat dipecahkan.
  2. WEP menggunakan kunci yang bersifat statis
  3. Masalah initialization vector (IV) WEP
  4. Masalah integritas pesan Cyclic Redundancy Check (CRC-32)

 

WEP terdiri dari dua tingkatan, yakni kunci 64 bit, dan 128 bit. Sebenarnya kunci rahasia pada kunci WEP 64 bit hanya 40 bit, sedang 24bit merupakan Inisialisasi Vektor (IV). Demikian juga pada kunci WEP 128 bit, kunci rahasia terdiri dari 104bit.
Serangan-serangan pada kelemahan WEP antara lain :

 

  1. Serangan terhadap kelemahan inisialisasi vektor (IV), sering disebut FMS attack. FMS singkatan dari nama ketiga penemu kelemahan IV yakni Fluhrer, Mantin, dan Shamir. Serangan ini dilakukan dengan cara mengumpulkan IV yang lemah sebanyak-banyaknya. Semakin banyak IV lemah yang diperoleh, semakin cepat ditemukan kunci yang digunakan
  2. Mendapatkan IV yang unik melalui packet data yang diperoleh untuk diolah untuk proses cracking kunci WEP dengan lebih cepat. Cara ini disebut chopping attack, pertama kali ditemukan oleh h1kari. Teknik ini hanya membutuhkan IV yang unik sehingga mengurangi kebutuhan IV yang lemah dalam melakukan cracking WEP.
  3. Kedua serangan diatas membutuhkan waktu dan packet yang cukup, untuk mempersingkat waktu, para hacker biasanya melakukan traffic injection. Traffic Injection yang sering dilakukan adalah dengan cara mengumpulkan packet ARP kemudian mengirimkan kembali ke access point. Hal ini mengakibatkan pengumpulan initial vektor lebih mudah dan cepat. Berbeda dengan serangan pertama dan kedua, untuk serangan traffic injection,diperlukan spesifikasi alat dan aplikasi tertentu yang mulai jarang ditemui di toko-toko, mulai dari chipset, versi firmware, dan versi driver serta tidak jarang harus melakukan patching terhadap driver dan aplikasinya.

Keamanan wireless dengan metode WI-FI Protected Accsess (WPA)

Merupakan rahasia umum jika WEP (Wired Equivalent Privacy) tidak lagi mampu diandalkan untuk menyediakan koneksi nirkabel (wireless) yang aman dari ulah orang usil atau ingin mengambil keuntungan atas apa yang kita miliki—dikenal dengan jargon hackers. Tidak lama setelah proses pengembangan WEP, kerapuhan dalam aspek kriptografi muncul.
Berbagai macam penelitian mengenai WEP telah dilakukan dan diperoleh kesimpulan bahwa walaupun sebuah jaringan wireless terlindungi oleh WEP, pihak ketiga (hackers) masih dapat membobol masuk. Seorang hacker yang memiliki perlengkapan wireless seadanya dan peralatan software yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis cukup data, dapat mengetahui kunci enkripsi yang digunakan.
Menyikapi kelemahan yang dimiliki oleh WEP, telah dikembangkan sebuah teknik pengamanan baru yang disebut sebagai WPA (WiFI Protected Access). Teknik WPA adalah model kompatibel dengan spesifikasi standar draf IEEE 802.11i. Teknik ini mempunyai beberapa tujuan dalam desainnya, yaitu kokoh, interoperasi, mampu digunakan untuk menggantikan WEP, dapat diimplementasikan pada pengguna rumahan atau corporate, dan tersedia untuk publik secepat mungkin. Adanya WPA yang “menggantikan” WPE, apakah benar perasaan “tenang” tersebut didapatkan? Ada banyak tanggapan pro dan kontra mengenai hal tersebut. Ada yang mengatakan, WPA mempunyai mekanisme enkripsi yang lebih kuat. Namun, ada yang pesimistis karena alur komunikasi yang digunakan tidak aman, di mana teknik man- in-the-middle bisa digunakan untuk mengakali proses pengiriman data. Agar tujuan WPA tercapai, setidaknya dua pengembangan sekuriti utama dilakukan. Teknik WPA dibentuk untuk menyediakan pengembangan enkripsi data yang menjadi titik lemah WEP, serta menyediakan user authentication yang tampaknya hilang pada pengembangan konsep WEP.
Teknik WPA didesain menggantikan metode keamanan WEP, yang menggunakan kunci keamanan statik, dengan menggunakan TKIP (Temporal Key Integrity Protocol) yang mampu secara dinamis berubah setelah 10.000 paket data ditransmisikan. Protokol TKIP akan mengambil kunci utama sebagai starting point yang kemudian secara reguler berubah sehingga tidak ada kunci enkripsi yang digunakan dua kali. Background process secara otomatis dilakukan tanpa diketahui oleh pengguna. Dengan melakukan regenerasi kunci enkripsi kurang lebih setiap lima menit, jaringan WiFi yang menggunakan WPA telah memperlambat kerja hackers yang mencoba melakukan cracking kunci terdahulu.
Walaupun menggunakan standar enkripsi 64 dan 128 bit, seperti yang dimiliki teknologi WEP, TKIP membuat WPA menjadi lebih efektif sebagai sebuah mekanisme enkripsi. Namun, masalah penurunan throughput seperti yang dikeluhkan oleh para pengguna jaringan wireless seperti tidak menemui jawaban dari dokumen standar yang dicari. Sebab, masalah yang berhubungan dengan throughput sangatlah bergantung pada hardware yang dimiliki, secara lebih spesifik adalah chipset yang digunakan. Anggapan saat ini, jika penurunan throughput terjadi pada implementasi WEP, maka tingkat penurunan tersebut akan jauh lebih besar jika WPA dan TKIP diimplementasikan walaupun beberapa produk mengklaim bahwa penurunan throughput telah diatasi, tentunya dengan penggunaan chipset yang lebih besar kemampuan dan kapasitasnya.
Proses otentifikasi WPA menggunakan 802.1x dan EAP (Extensible Authentication Protocol). Secara bersamaan, implementasi tersebut akan menyediakan kerangka kerja yang kokoh pada proses otentifikasi pengguna. Kerangka-kerja tersebut akan melakukan utilisasi sebuah server otentifikasi terpusat, seperti RADIUS, untuk melakukan otentifikasi pengguna sebelum bergabung ke jaringan wireless. Juga diberlakukan mutual authentification, sehingga pengguna jaringan wireless tidak secara sengaja bergabung ke jaringan lain yang mungkin akan mencuri identitas jaringannya.
Mekanisme enkripsi AES (Advanced Encryption Standard) tampaknya akan diadopsi WPA dengan mekanisme otentifikasi pengguna. Namun, AES sepertinya belum perlu karena TKIP diprediksikan mampu menyediakan sebuah kerangka enkripsi yang sangat tangguh walaupun belum diketahui untuk berapa lama ketangguhannya dapat bertahan.
About these ads