Archive for 16 Januari 2012


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Sains & Teknologi

Satelit Rusia Jatuh di Lautan Pasifik
Setelah jatuh, pecahan Phobos Grunt diperkirakan hanya tersisa 200 kg.
Senin, 16 Januari 2012, 10:58 WIB
Bayu Galih, Amal Nur Ngazis
Phobos-Grunt, satelit milik Rusia yang rusak di orbit Bumi (foxnews.com)
BERITA TERKAIT

Bahaya di Balik Jatuhnya Satelit Rusia
Minggu, Satelit Rusia Jatuh ke Bumi
AS: Satelit Rusia Rusak, Kesalahan Teknis
Satelit Ruang Angkasa Rusia Disabotase?
Wahana Luar Angkasa Penjelajah Bulan Saturnus

VIVAnews – Satelit luar angkasa Rusia, Phobos Grunt, sesuai perkiraan jatuh ke bumi pada hari Minggu. Phobos Grunt dikabarkan jatuh di Lautan Pasifik.

“Menurut informasi dari pengendali misi angkasa luar, pecahan Phobos Grunt jatuh di Lautan Pasifik sekitar pukul 17.45 GMT,” kata juru bicara Badan Luar Angkasa Militer Rusia, Alexai Zolotukhin, seperti dikutip dari laman BBC.

Satelit ini diperkirakan jatuh sekitar 1.000 km sebelah barat Cili. Sebelumnya, orbit terakhir satelit ini melintasi Jepang dan Kepulauan Solomon, serta sebelah timur Australia dan Selandia Baru.

Adapun, satelit berbobot lebih dari 13 ton ini diperkirakan akan hancur sebelum jatuh. Bobotnya yang tersisa pun diperkirakan hanya sekitar 200 kg.

Phobos-Grunt merupakan pesawat paling besar yang pernah dibuat Badan Luar Angkasa Rusia, Roscosmos. Misi pesawat ini adalah mendarat di Mars dan mengambil sejumlah sampel batuan dari planet itu untuk diteliti di laboratorium bumi.

Misi luar angkasa ini juga disertai satelit Mars pertama Cina, Yinghuo-1, yang membonceng peluncuran Phobos Grunt. Tapi keduanya dikabarkan hancur saat jatuh kembali ke bumi, setelah bergesekan dengan atmosfer.

Dengan misi luar angkasa ke Mars ini, Rusia seakan ikut ‘berkompetisi’ dengan Amerika Serikat dan Eropa. Tapi, kompetisi ini pun kemudian berubah menjadi kerja sama saat Rusia sepakat tergabung dalam misi ke Planet Merah itu pada 2016 dan 2018, dalam misi gabungan yang dinamakan ExoMars.

%d blogger menyukai ini: