Kenikmatan merupakan anugerah Allah Saw. Semua mahluk hidup telah dikaruniai kenikmatan Ke-nikmat-an, berasal dari bahasa arab ”nikmah” yang artinya” indah dan ueenak”. Oleh karena itu, di dalam al-Qur’an sering ditemukan istilah ”jannat al-Naiim” yang artinya kenikmatan surgawi. Dan, wanita merupakan salah satu dari sekian banyak ke-nikmatan surga. Al-Qur’an juga sering menginformasikan, bahwa di Surga itu dihiasi oleh beragam ke-indahan dan kenikmatan, seperti; kecantikan dan keindahan para bidadari-bidadari (Hurun Iin). Dan, wanita-wanita surga itu selalu perawan, sebagaimana keterangan (QS Al-waqiah (56:35) yang artinya:” Sesungguhnya kami menciptakan mereka (Bidadari-bidadari) dengan langsun. Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Usia dan kondisi gadis-gadis itu tidak akan pernah berubah selamanya. Setiapa mata memandang, pasti akan terppikat dengan ke-indahan kemolekan paras dan body wanita surga itu.

Terlalu jauh ketika membahas ke-indahan dan kecantikan penghuni surga. Sebab, untuk menjadi penghuni surga serta menikmati fasilitasnya tidak mudah. Kunci utama untuk menikmati surge dan isinya, hanya dengan bekal Iman dan Taqwa. Selanjutnya, manusia bebas menikmati ke-indahan surga, yang isinya terdiri dari selebritis-selebritis yang tetap manis dan tidak membosankan, sebagaimana selebritis dunia maya dan telivisi. Konon, selebritis-selebritis yang juga memiliki bekal iman dan taqwa itu kelak akan menjelma menjadi ratunya bidadari dengan mengenakan pakaian kebesaran ratu surga. Sedangkan, ratu-ratus selebritis dunia yang memamerkan ke-indahan dan kemolekan tubuhnya, kelak akan menjadi bahan bakar neraka.

Masih membincangkan ke-nikmatan wanita. Hampir semua lelaki, ketika melihat lawan jenisnya. Dalam benaknya selalu muncul rasa kagum dan terpesona dengan ke-indahan dan kecantikan fisiknya. Wajar, jika sebagian besar lelaki berdetak jantungnya tatkala melihat wanita cantik nan menarik, serta berpenampilan seksi. Nabi pernah melihat seorang wanita, lantas beliau buru-buru pulang. Sebab, apa yang dimiliki wanita itu, istrinya juga memilikinya. Nabi Saw menyadari, bahwa wanita itu benar-benar bisa merupa sikap lelaki dengan cepat, apalagi jika ada fihak ketiga (syetan).

Keindahan wanita itu tidak hanya bisa dinikmati oleh lelaki. Kaum wanita-pun, terasa bangga ketika melihat wanita cantik, menarik penuh pesona. Sebab, wanita itu measakan bahwa kecantikan itu menjadi kebanggan lelaki. Ketertarikan lelaki, tidak lepas dari daya sahwat lekai itu sendiri. Oleh karena itu, peran wanita itu tidak lebih kehidupan kasur (tempat tidur). Ketika masih muda, menarik dengan body yang memikat kaum lelaki, peranan wanita lebih besar dan penting dalam dunia ke-nikmatan.

Sekarang sudah waktunya memasuki topik penting seputar rahasia kenikmatan wanita. Sex, merupakan kenikmatan yang luar biasa bagi laki-laki dan wanita. Sex itu hanya bisa dilakukan dan dinikmati, ketika lelaki dan wanita itu sudah ter-ikat dalam pernikahan. Oleh karena itu, manusia wajib bersyukur atas ke-nikmatan (SEX) yang sangat agung ini. Untuk mewujudkan ke-nikmatan itu, Nabi Saw memberikan contoh dengan menikahi pasanganya. Dengan demikian, ke-nikmatan itu bisa diperoleh dengan sesuka hati dan sepuasnya. Nabi Saw juga mengajari agar supaya menyebut nama Allah Swt sebelum proses ke-nikmatan itu.

Manusia tanpa sek, ibarat pena tanpa tinta. Tentu saja tidak bisa dipakai untuk menulis, walaupun memiliki kertas cukup banyak. Tanpa SEX, manusia juga tidak bisa melngsungkan keturunan. Oleh karena itu, Imam al-Gozali, dalam kitab Ihya mengajurkan agar supaya tidak menikah dengan wanita yang masih ada hubungan keluarga. Sebab, dorongan seksualnya dianggab kurang tinggi, dan ini akan mempengarui pada keturunannya kelak.

Karena pentingya sex, al-Qur’an-pun membincangkan caranya. Dengan beragam, seperti; miring, terlentang, terngkurep, semuanya diperbolehkan. Al-Qur’an mengibaratkan wanita itu bagaikan ladang, yang bisa dicocoktanami, dari mana saja yang diinginkan (QS. Al-Baqarah (2:223). Dengan catatan, masih dalam etika yanga diajarkan agama. Tujuanya tidak lain, agar manusia bisa meng-ekspresikan kenikmatan seksual antara suami dan istri. Istilah yang lebih menarik disebut dengan ”Foreplay” yang artinya seni bercinta, dengan tujuan meningkatkan rasa nikmat ketika sedang melakukan hubungan intim. Dan, ternyata penelitian-penelitan dan teks-teks hadis Nabi menjelaskan, agar supaya sebelum bercinta harus melakukan ‘‘al-Mudaabah (foreplay)”, karena wanita menyukai dan menikmatinya.