Cafe Bima berlokasi di pojokan timur perempatan barat Pasar Bangung – Tulungagung, terkenal dengan Es Eksotik nya yang murah dan enak, dan berbagai macam es-es an yang juga tak kalah enak.

Tempat ini cukup kondang sebagai tempat gaul anak muda, well meskipun ada juga “anak tua” yang mampir di sana dan sepertinya tidak hanya dikenal di sekitar Bandung saja, tapi juga di daerah lain. Setiap saya lewat sana cafe ini tidak pernah sepi pengunjung terutama sore dan malam hari.

Kali ini saya pengen icip-icip pecelnya. Pecel Asli Khas Blitar, begitu tulisannya. Untuk pecel bukanya pagi, saya sering beli pas berangkat kerja ke TK Melati,hehehe… seperti biasa, dibungkus. Saya malu makan sendirian di sana, ndak ada temannya :) . Harga satu porsinya adalah Rp 3.500

Banyakkah isinya dengan harga segitu? menurut saya lumayan kenyang untuk porsi sarapan. Jika dimakan di sana, pecelnya diwadahi daun pisang yang dipincuk, tapi karena saya pesan yang dibungkus, saya minta sambalnya dipisah. Ada dua variasi sambelnya, biasa dan pedas, saya pesan yang pedas. Rempeyeknya cukup banyak, dipisah dengan nasi disekat dengan daun pisang, sayurannya ada bersama nasinya.
Ada lauk tambahan berupa tempe goreng dan satu lagi apa ya itu namanya.? hehe . . . saya tidak tahu bahasa Indonesianya :) . Sebenarnya ada tambahan telur dadar, telur bumbu dan telur puyuh kalau menginginkan, tentunya dengan tambahan harga, tapi saya sudah cukup dengan pecelnya saja.
Untuk yang memperhatikan kebersihan, yang saya suka dari pelayanan di sini adalah para penjualnya selalu memakai sarung tangan plastik saat meracik pecelnya, jadi tenang bahwa makanan yang saya makan higienis.
sak estu,,enak,hahaha…
#kiki wahyudianto (ngunggahan bandung tulungagung)