Fitur Menarik Windows 8
“Microsoft mengembangkan Windows 8 untuk tablet sebagai perangkat masa depan”.

Windows 8 tidak hanya menawarkan fitur hiburan, tapi juga didukung pelbagi fitur yang memudahkan aktivitas kerja para profesional.

Windows 8 telah diluncurkan untuk kawasan Asia pada Kamis (26/10) yang disusul perkenalan sistem operasi ini di Indonesia pada Sabtu (28/10). Sebanyak 500 toko bisa melayani pembelian peranti lunak ini di Tanah Air.

Ada tiga jenis Windows 8 untuk komputer desktop dan tablet yang dilepas ke pasar, yaitu Windows 8, Windows 8 Pro, dan Windows 8 RT. Ada kemiripan fitur pada ketiganya yaitu Start Screen, Semantic Zone, Live Tiles, Windows Store, dan Aplikasi (Mail, Calender, People, Messaging, Photo, SkyDrive, Reader, Music, Video).

Namun, Windows RT hanya dapat menikmati aplikasi baru yang tersedia di Windows Store. Ini berbeda dengan Windows 8 dan Windows 8 Pro. Windows Store terdapat di 231 pasar di dunia termasuk Indonesia. Sebanyak 7.873 aplikasi terdapat pada Windows Store secara global. Dari angka itu 88 persen dapat diperoleh pengguna Windows 8 secara gratis.

Khusus Windows Store Amerika memiliki 4.516 aplikasi bagi Windows 8 dengan perincian 83 persen dapat diperoleh secara cuma-cuma. Sebanyak 50 aplikasi berasal dari Indonesia telah masuk Windows Store.

Windows RT hanya bisa dipakai pada komputer berbasis Advanced RISC Machine (ARM). Ini berbeda dengan Windows 8 dan Windows 8 Pro digunakan pada perangkat komputer berarsitektur x86 dan x64.

Microsoft Office Home Student 2013 hanya terdapat pada Windows RT yang dibenamkan pada desktop dan tablet. Walaupun demikian, ini hanya sebagian dari fitur Microsoft Office yaitu Word, Excel, Power Point, dan OneNote.

Windows 8 telah dilengkapi Microsoft Security Essentials sebagai bagian dari Windows Defender yang merupakan program antivirus bawaan sistem operasi tersebut. Program ini bisa aktif secara otomatis tatkala program antivirus yang terdapat pada perangkat ini nonaktif.

“Surface”
Spesifikasi PC yang dapat menjalankan Windows 8 dengan prosesor 1 Giga Hertz (GB) atau lebih. Khusus Windows 8 versi 32 bit dapat menjalankan Random Access Memory (RAM) l–3,5 GB dan Windows 8 versi 64 bit sebesar 2–4 GB. Hal ini diiringi dengan hard disk 16 GB untuk Windows 8 versi 32 bit dan 20 GB untuk Windows 8 versi 64 bit.

Kartu grafis dengan fitur DirectX9 graphics processor dengan WDDM driver dibutuhkan bagi adopsi Windows 8. Begitu pula layar monitor yang bisa menghasilkan resolusi 1.366×768 piksel.

Meskipun Windows 8 ditujukan bagi computer desktop dan tablet, sistem operasi ini diutamakan mendukung kehadiran tablet. “Microsoft mengembangkan Windows 8 untuk tablet sebagai perangkat masa depan,” tutur Tracey Fellows, Presiden Direktur Microsoft Asia Pasifik.

Tablet hasil ciptaan Microsoft diberi nama “Surface” yang mengadopsi Windows 8 RT yang terdiri dari versi 32 GB dan 64 GB. Kedua jenis tablet dilengkapi touch cover berupa penutup tablet yang bisa berfungsi sebagai keyboard.

Surface disematkan Microsoft Office Home and Student 2013 RT Preview yang bisa diperbarui dengan mengunduh secara gratis. Tablet ini didukung prosesor Nvidia T30 RAM 2GB dan konektivitas WiFi dan Bluetooth.

Ini juga disertai dengan slot USB 2.0, MicroSD, dan MiniHDMI. Kamera terdapat pada bagian depan dan bagian belakang Surface yang bisa merekam video 720p. Selanjutnya, Surface akan dikembangkan dengan prosesor Intel x86 dan Windows 8 Pro pada awal 2013.

Walaupun Surface baru dipasarkan pada Jumat (26/10), tapi tablet seharga 499 dollar AS ini dengan versi 32 GB habis terjual dalam waktu 24 jam di negeri Paman Sam setelah pembukaan pemesanan secara online yang dimulai pada Selasa (16/10).

Penyebaran Surface tidak merata dirasakan konsumen Indonesia sebagai kebijakan Microsoft. Alasan ini tidak diketahui secara pasti lantaran Microsoft Indonesia atau Microsoft Asia Pasifik tidak menjawab secara serius. “Kami menyediakan tablet Windows 8 dari mitra bisnis di Indonesia,” ucap Bernard Saisse, direktur pemasaran PT Microsoft Indonesia.

Produk-produk yang mendukung Windows 8 yaitu Acer Aconia W510, Asus Vivo Tab, Dell XPS 12, HP Envy x2, Lenovo IdeaPad Yoga, Samsung Ativ Tab, Sony Vaio Duo 11, dan Toshiba Satellite U920t.

Belum Diadopsi
Namun, berbagai keunggulan Windows 8 tersebut belum menjadi pendorong konsumen atau korporasi segera mengadopsi sistem operasi besutan Microsoft tersebut. Hal ini berbeda pada saat Windows 7 diperkenalkan segera menarik perhatian lantaran versi sebelumnya, Windows Vista, memiliki banyak bug (celah keamanan).

StatCounter, perusahaan analis web, menyebutkan 52,2 persen sistem operasi dikuasai Windows 7 hingga September 2012, dibayangi Windows XP sebesar 27,64 persen pada waktu yang sama. Data sebelumnya menyebutkan Windows 7 menguasai 50,2 persen pada Juni 2012, sementara Windows XP meraih sebesar 29,9 persen.

Andreas Diantoro, Presiden Direktur PT Microsoft Indonesia, mengemukakan 45 persen dari 1,2 miliar pengguna Windows masih menggunakan Windows XP. Padahal, sistem operasi ini tidak akan didukung Microsoft pada April 2014. “Pengguna Windows XP, Windows Vista, Windows 7 bisa meng-upgrade ke Windows 8,” ujar dia.

Kemunculan Windows 8 diperkirakan tidak bisa langsung merebut konsumen sistem operasi secara global. Menurut Forrester Research, 47 persen perusahaan belum mempertimbangkan pembaruan sistem operasi ke Windows 8 dari Windows 7. Bahkan, 10 persen perusahaan tidak mau mengadopsi Windows 8. Sistem operasi ini hanya akan diadopsi 33 persen perusahaan saja.

Riset tersebut diperkuat pernyataan Doug Johnson, Head of Risk Management Policy American Bankers Association. Windows 8 dinilai lebih mengakomodasi kebutuhan konsumen ketimbang korporasi. “Tidak ada fungsi tambahan bagi kalangan korporasi,” jelasnya.

Namun, menurut Andreas, Windows 8 tidak hanya digunakan untuk bermain, tapi ini dapat mendukung aktivitas bekerja. Dia menyatakan tidak ada batasan kedua fungsi itu pada suatu perangkat sekarang. “Sebanyak 95 persen pekerja kantoran membeli perangkat sendiri. Dari angka itu 60 persen mengunakan sebagai alat kerja,” tukasnya.

Pada sisi lain, jajak pendapat yang dilakukan Cnet mengungkapkan pembaruan sistem operasi akan dilakukan dari Windows 7 ke Windows 8 oleh 1/3 responden yang ada. Ini didasari bentuk Windows 8 lebih segar ketimbang Windows 7. Sebanyak 22 persen responden lainnya tidak mau memperbarui sistem ini, bahkan tidak mau mempelajari sistem operasi tersebut.

Prediksi tersebut bisa saja terbantahkan lantaran Steve Ballmer, Chief Executive Officer (CEO) Microsoft Corporation, menyebutkan sebanyak 4 juta kopi Windows telah dibeli konsumen selama empat hari terakhir sejak peluncuran Jumat (26/10). Tracey juga mengklaim Windows 8 telah dipakai 1.000 PC dan tablet tanpa memerinci jumlah masing-masing.

Sumber : http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/104611