Category: Agama


Adab Dalam Berhubungan Suami IstriSeorang ketika baru menikah atau akan menikah, sewajarnya mengetahui adab-adab malam pertama agar kesan pertama dan keindahan malam pertama tidak hilang percuma dan terasa keindahannya. Islam telah mengajarkan adab-adab tersebut.

Sejalannya dengan waktu, setelah malam pertama terlewati, maka yang tertinggal adalah kehidupan suami istri. harmonis atau tidaknya dan baik buruknya hubungan tersebut tergantung bagaimana suami dan istri menyikapinya. akan tetapi, Islam selalu mengajurkan dan bahkan memerintahkan untuk selalu berbuat baik dan bersikap romantis agar keharmonisan keluarga tetap terjaga. Allah berfirman : Baca lebih lanjut

Entah secara sadar atau tidak, yang pasti, setiap individu menyadari bahwa ada kekuatan supra rasional, dibalik kekuatan manusia yang secara phisickly lemah. Manusia dengan akalnya mampu merekayasa kekuatan besar. Manusia yang hanya tingginya maksimal tiga meter dengan akalnya mampu menciptakan alat berat untuk membuat gedung gedung bertingkat yang tingginya berlipat lipat dari tinggi badannya, manusia yang tidak punya sayap mampu menciptakan alat yang membuatnya bisa terbang dengan leluasa ke angkasa raya, manusia yang tidak mempunyai sirip mampu berjalan di atas air dengan kapal pesiar ciptaannya. Akan tetapi, dibalik rekayasa kekuatan manusia yang luar biasa tersebut ada kekuatan lain yang lebih dahsyat yaitu kekuatan Tuhan yang serba supra.

Kekuatan supra tersebut berada di bawah otoritas tunggal Tuhan, dan mampu meluluh lanthakkan seluruh kekuatan rekayasa manusia, yang tidak mungkin menjadi mungkin dan sebaliknya. Kekuatan supra itu bisa kita minta melaui media yang namanya do’a, asalkan kita mampu negosiasi terhadap sang pemilik-Nya di sinilah pentingnya makna do’a. Dalam setiap jengkal langkah kaki membutuhkan do’a supaya lagkah kaki terarah kepada perbuatan sukses dan terpuji. Baca lebih lanjut

Rasa dan titel yang mendalam adalah adalah ketika titel itu tersematkan sampai titik nafas terakhir yaitu, apasajalah titel tersebut, sperti haji, gelar sarjana dan yang termasuk titel yang membuat hati siapapun pilu dan sontak ikut merasakan kepedihannya adalah Yatim. Seorang anak yang belum akil baligh dan ditinggalkan ayahnya yang nota benenya sebagai tulang punggung keluarga, sedangkan jika ditinggal oleh ibunya kita sebut piatu.

Dapat disimpulkan jika seorang anak keci (belum akil baligh) ditinggal oleh orang yang menjadi tulang punggung keluarga disebut yatim, sedangkan bagi yang ditinggal pasangan tulang punggung keluarga disebut piatu. Karena itu seekor hewan menjadi yatim manakala ia ditinggal induk betinanya. Baca lebih lanjut

Tujuan puasa berdasarkan surat al Baqarah Ayat: Al Baqarah: 183

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”
Taqwa menjadi kebutuhan bagi semua ummat manusia, karena taqwa adalah sumber kebahagiaan dunia-akhirat.
Ibadah puasa adalah model ibadah ortodok yang tak kusam ditelan zaman, meski ada beberapa perbedaan cara pelaksanannya. Ibadah ini tergolong ibadah yang sangat rahasia yang hanya di ketahui oleh individu pelaksana dengan tuhannya.. alangkah mudahnya jika seseorang berpura-pura lemah lunglai, disertai dengan bibir kering seolah-seolah menahan haus dan lapar, meski sebelumnya dia makan sampai kenyang. Karena sangat rahasianya ibadah tersebutlah dalam ayat tersebut seruannya adalah “hai orang-orang yang beriman”, tanpa keimanan yang kuat mustahil ibadah puasa bisa dilaksanakan dan berjalan sempurna. Baca lebih lanjut

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأََرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
أَمَّا بَعْدُ:
فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Kaum Muslimin rahimakumullâh,

Hendaklah kita senantiasa menjaga ketaqwaan kita kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala dengan menjalankan perintah-perintah-Nya sesuai kemampuan kita dan menjauhi semua larangan-Nya. Ketahuilah wahai saudara-saudaraku, Allâh Subhanahu wa Ta’ala yang telah menciptakan seluruh alam ini mewajibkan kita untuk berakhlak dengan akhlak terpuji dan melarang kita berakhlak dengan akhlak buruk dan tercela. Di antara akhlak tercela yang harus kita hindari adalah prilaku melampiaskan amarah tanpa kendali. Suatu ketika salah seorang shahabat Rasûlullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meminta nasihat ringkas tentang sesuatu yang bermanfaat baginya dalam urusan agama. Rasûlullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam menasihatinya agar tidak marah. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulanginya sampai tiga kali. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: